Aset Kripto Akan Berkilau atau Lunglai? Simak Ulasan dari Ahlinya

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:19 WIB
Ilustrasi aset kripto bitcoin
Ilustrasi aset kripto bitcoin

HALLO DEPOK - Meski harganya fluktuatif, nyatanya Bitcoin kembali mengalami kenaikan harga lagi. Menurut data yang dihimpun Indodax.com, Bitcoin sudah menembus harga Rp824.000.000, per Selasa (12/10) dini hari. Dengan harga ini, kapitalisasi pasar aset kripto ini melebihi US$ 1 triliun.

CEO Indodax Oscar Darmawan menjelaskan mengenai faktor faktor naik turunnya harga suatu aset kripto. “Naik turunnya harga aset kripto yang volatilitasnya tinggi ini sebenarnya bisa diakibatkan oleh beberapa faktor. Yang pertama adalah hukum pasar tentang penawaran dan permintaan. Apabila penawaran sedikit namun permintaannya banyak maka harga otomatis akan naik begitu pula sebaliknya," ujar Oscar.

Dia menambahkan, dalam kasus ini, Bitcoin memiliki stok yang “terbatas” namun permintaan terhadap Bitcoin semakin banyak dari seluruh dunia maka wajar saja harganya setiap tahun semakin tinggi.

Tidak hanya itu, faktor psikologis para investor pun teruji. Semakin banyak orang yang mempercayai kripto sebagai sebuah aset yang layak untuk dimiliki membuat masyarakat makin banyak yang berminat untuk membeli jadi harganya makin menguat.

Baca Juga: Rekomendasi Ulama Bahtsul Masail: Aset Kripto Halal dan Sah

"Tidak lupa juga, sentimen berita internasional yang menyorot soal kripto maupun ekonomi makro dan mikro juga turut mempengaruhi harga aset kripto," imbuh Oscar.

Usai market 'merah' yang terjadi karena kasus Evergrande dan pelarangan kripto oleh Cina, nyatanya sentimen berita positif mengenai kripto semakin banyak bermunculan seperti kabar dari Twitter yang akan segera dapat mengirimkan bitcoin antara satu pengguna dengan yang lainnya secara instan dan hampir tanpa biaya.

Juga pernyataan Ketua Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat Gary Gensler yang menegaskan kembali dukungannya untuk bursa Bitcoin yang akan diinvestasikan dalam kontrak berjangka.

Senada dengan pernyataan Gery Gensler, Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, dalam sambutannya di depan Kongres mengatakan bahwa pihaknya tidak berniat melarang semua aset kripto.

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Uang Beredar September 7.287 Triliun

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:05 WIB

Harga Emas Anteng di Rp915.000 per Gram

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:29 WIB

Resmikan Hyundai Bintaro, HMI Kini Miliki 53 Dealer

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:30 WIB

Duh Galau, Harga Emas Antam Melorot Rp12.000 per Gram

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:32 WIB

Harga Emas Antam Ngegas Bun, Kini Rp928.000 per Gram

Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:05 WIB

Naik Bun, Harga Emas Antam Kini Rp916.000 per Gram

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:51 WIB

Harga Emas Turun Bun, Kini Rp912.000 per Gram

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:07 WIB
X