Survei: Perubahan Prilaku Bisnis Warung selama Ramadan

- Minggu, 17 April 2022 | 12:02 WIB
Warung Pintar
Warung Pintar

HALLO DEPOK- Dengan sekitar 87% populasi memeluk agama Islam, Ramadan di Indonesia merupakan bulan yang spesial. Ramadan bisa menjadi momen transformasi yang mengubah perilaku dan sikap banyak orang di seluruh dunia. Sebagai pasar berkembang, Indonesia memiliki potensi peningkatan konsumsi yang sangat besar selama bulan suci ini di semua sektor usaha, termasuk ritel mikro atau warung.

Tim Impact Warung Pintar melakukan survei pada tahun 2022 yang melibatkan 250 warung dalam ekosistemnya dan menemukan bahwa terdapat perubahan perilaku yang besar selama periode Ramadan. Temuan survei mencakup berbagai topik, termasuk kebiasaan pemenuhan inventaris, nilai transaksi, jam operasional, serta kategori produk dengan permintaan tinggi. 

Simak rangkuman tren bisnis Warung selama Ramadan berikut ini:

1. Pemenuhan Stok Barang Saat Sahur

Sebelum Ramadan, waktu bagi pengecer untuk membeli persediaan warung adalah pada pagi hari, dari pukul 06.00 pagi hingga 12.00 siang. Namun terdapat sedikit peningkatan sebesar 1,37%, dimana pemilik warung memilih untuk memesan pada waktu sahur. Kebiasaan baru ini terjadi dikarenakan pemilik warung harus bangun pagi, maka mereka pun mulai melakukan aktivitas rutinnya lebih awal dari biasanya.

2. Metode Pembayaran Terbaik dan Meningkatnya Penukaran Voucher

Cash on delivery masih menjadi metode pembayaran teratas untuk pengecer, namun metode pembayaran kedua yang paling banyak digunakan adalah Bon Pintar, dimana jumlahnya meningkat sebesar 29% selama bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan pemilik warung telah menghabiskan dana usaha mereka untuk memenuhi stok barang sebelum menyambut bulan Ramadan, sehingga membutuhkan bantuan modal usaha untuk mengisi kembali stok barang yang dibutuhkan. Pengelolaan stok barang pra-Ramadan juga meningkatkan persentase penggunaan voucher sebesar 4%.

3. Peningkatan Nilai Transaksi Selama Ramadan

Survei tim Impact Warung Pintar menyebutkan bahwa terjadi peningkatan frekuensi transaksi untuk skala usaha kecil dan mikro selama Ramadan dibandingkan dengan 10 dan 20 hari sebelum Ramadan. Sedangkan untuk bisnis medium, frekuensi transaksinya sama dengan 10 hari sebelum Ramadan dan lebih rendah dari 20 hari sebelum Ramadan. Namun setelah Ramadan, semua bisnis relatif kembali ke frekuensi transaksi normal. Peningkatan frekuensi transaksi juga mendorong nilai transaksi bagi usaha kecil dan mikro selama Ramadan. Untuk keseluruhan transaksi, terjadi peningkatan sebesar 39% untuk semua skala usaha.

Halaman:

Editor: Alia Fathiyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pentingnya Asuransi Mobil versi Qoala

Jumat, 25 Maret 2022 | 17:56 WIB

Kiat Sukses Investasi Kripto bagi Perempuan

Minggu, 6 Maret 2022 | 06:47 WIB

Wanita Indonesia makin Berkembang menjadi Pengusaha

Selasa, 18 Januari 2022 | 21:30 WIB

Terpopuler

X