by

Ide Sederhana untuk Mencetak 10 Hafidz di Setiap Masjid

Hallodepok.com – Barangkali benar, saya ini sering berpikir simpel, sederhana. Jarang mempunyai ide-ide brilian yang woww. Saya suka menekuni hal-hal sederhana.

Seperti ide yang mampir di pikiran saya belum lama ini. Meski sederhana, tapi saya merasa tidak tahan untuk menuliskannya di status efbe sore ini juga.

Sahabatku.. Di masjid sebelah rumahmu ada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) kan?

Di sini banyak. Di desa Cemani saja ada tidak kurang dari tiga puluh masjid. Beberapa di antaranya menyelenggarakan program TPA dan TPQ. Bagi saya, TPA dan TPQ adalah ide pendidikan brilian yang telah dicetuskan oleh generasi di atas kita. Melalui lembaga pendidikan inilah, sebagian besar generasi seumuran saya dan yang di bawah saya mengenal Al-Qur’an, setidaknya baca-tulisnya.

TPA bukan hanya tempat belajar baca-tulis Al-Qur’an. Lebih dari itu, TPA juga tempat untuk menemukan lingkungan dan teman-teman bermain yang baik dan sehat. Dengan belajar di TPA, anak-anak tidak tergoda untuk bermain di lingkungan bermain yang buruk dan teman-teman yang buruk.

Saya punya ide sederhana yang saya sarankan kepada Sahabat. Saya menyarankan Anda untuk mengubah TPA dan TPQ yang ada di masjid sekitar lingkungan Sahabat itu menjadi Sekolah Tahfizh. Apakah Sahabat berkenan? Setidaknya mengusulkan kepada para pengurusnya?

Target pengajarannya dinaikkan, dari sekadar baca-tulis Al-Qur’an menjadi hafal 3-5 juz Al-Qur’an. Bacaan Al-Qur’an anak-anak harus baik. Kemudian, dimasukkan pula kurikulum pendidikan iman, meliputi ibadah, akhlak, adab, dan doa sehari-hari. Saya yakin, setelah TPA dan TQA itu menjadi Sekolah Tahfizh, insyaallah kita punya bibit unggul yang lebih baik untuk generasi penerus kita kelak. Generasi yang sedari kecil sudah akrab dan mencintai Al-Qur’an.

Sahabat tidak mengetahui caranya? Jangan bingung. Sekolah Tahfizh adalah sekolah dengan kurikulum paling sederhana. Meski begitu, akan lahir darinya tunas-tunas muda yang hebat. Anak-anak yang Tahfizh di HTQA (Halaqah Tahfizhul Quran Anak) Al-Izzah, misalnya, rata-rata prestasi sekolahnya meningkat. Salah satu santri yang biasanya rangking 18, setelah mengikuti HTQA prestasinya justru bisa melejit menjadi rangking 3.

Beberapa alumni HTQA juga dimudahkan dalam menempuh pendidikan selanjutnya. Beberapa dari mereka bisa menyelesaikan hafalan Al-Quran di pesantren setingkat SMP atau SMA lebih dulu dari kebanyakan siswa lainnya

Mari kita bayangkan, sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang, setiap masjid kita memiliki minimal sepuluh (sedikit amat :D) Hafizh Al-Qur’an. Salah satunya sebagai imam, sedangkan sembilan lainnya adalah makmum di shaf awal yang siap mengoreksi bacaan imam, jika terjadi kesalahan. Sekaligus bersiaga sebagai badal imam. Dan kesepuluhnya adalah lulusan TPA masjid setempat.

Oleh : Hawin Murtadlo Bukhori, Founder HTQA Al-Izzah.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed