Bendung Masuknya Varian Baru Virus Corona, Gini Upaya yang Dilakukan Indonesia

- Sabtu, 6 November 2021 | 19:56 WIB
Ilustrasi traveling di masa pandemi (Unsplash)
Ilustrasi traveling di masa pandemi (Unsplash)

HALLO DEPOK - Sebagai langkah antisipasi masuknya varian baru virus COVID-19 yang ditemukan di sejumlah negara, pemerintah perketat pemeriksaan kesehatan bagi pendatang yang berasal dari luar negeri, sembari menggenjot vaksinasi dan penguatan protokol kesehatan.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Siti Nadia Tarmizi menyampaikan munculnya varian baru bisa melalui dua cara, yakni dibawa pelaku perjalanan dan melalui mutasi. Nadia mengatakan, ada ada dua langkah antisipasi pemerintah untuk cegah tangkal varian baru.

"Pertama dengan pengetatan pintu masuk negara. Beberapa upaya yang dilakukan seperti kewajiban vaksin lengkap minimal 14 hari sebelum keberangkatan, PCR dengan hasil negatif yang diambil maksimum 3x24 jam sebelum keberangkatan, serta karantina 3 hari di mana pada hari pertama dan ketiga dilakukan entry dan exit test," ujar Nadia.

 

Selain itu, Indonesia juga membatasi negara yang warganya bisa masuk ke Indonesia, yaitu hanya negara Level 1 dan 2 dengan tingkat positivity rate di bawah 5%. "Sedangkan di dalam negeri, upaya pemantauan terus dilakukan, disertai percepatan vaksinasi untuk menekan virus supaya tidak berkembang lebih lanjut," imbuh Nadia.

Saat ini, sudah 200 juta dosis vaksin disuntikkan di Indonesia dengan cakupan sekitar 57% dari sasaran vaksinasi. Meski setidaknya sudah ada perlindungan, namun karena belum mencapai 70% maka dinilai belum cukup untuk menahan bila ada varian baru.

Menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi kelompok rentan, Nadia menyatakan bahwa kesadaran masyarakat dan literasi vaksinasi di Indonesia masih harus ditingkatkan. Setelah COVID- 19 berubah menjadi penyakit endemis, maka kepatuhan protokol kesehatan dan cakupan vaksinasi sangat diperlukan untuk hidup berdampingan dengan virus tersebut.

“Upaya pengendalian pandemi butuh kepatuhan, dukungan, kesadaran masyarakat. Kebijakan gas dan rem, yaitu membuka dan mengetatkan peraturan diberlakukan di banyak negara dengan kearifan lokal masing-masing negara, tidak hanya di Indonesia. Jadi upaya-upayanya memang harus dilakukan bersama,” tandas Nadia.*

 

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Vaksinasi Silang Lebih Efektif Hadang Omicron

Senin, 3 Januari 2022 | 16:30 WIB

Begini Momen Pergantian Malam Tahun Baru di Hong Kong

Minggu, 26 Desember 2021 | 15:07 WIB

5,5 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia

Sabtu, 4 Desember 2021 | 16:29 WIB
X