Masyarakat Sudah Gak Sabar Traveling, Okupansi Hotel Melejit

- Kamis, 16 September 2021 | 21:17 WIB
Ilustrasi RedDoorz (RedDoorz)
Ilustrasi RedDoorz (RedDoorz)

HALLO DEPOK - Seiring menurunnya tren kasus Covid-19 di Indonesia, pemerintah mulai melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).  Pelonggaran PPKM juga berdampak pada sektor pariwisata, di mana pemerintah mulai melakukan uji coba pembukaan 20 destinasi pariwisata di Pulau Jawa secara terbatas dan juga rencana membuka 18 destinasi pariwisata prioritas di beberapa wilayah di Indonesia seperti; Sumatera Utara, Bangka Belitung, Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Timur.

Keinginan masyarakat untuk melepas penat dengan berlibur sudah ada sebelum pelonggaran dan uji coba pembukaan destinasi pariwisata diberlakukan. Hal ini juga diperkuat dengan pencapaian RedDoorz, platform multi-brand perhotelan dan akomodasi pada program ‘Hari Belanja Hotel Nasional’ (Harbholnas) 9.9, yang diadakan 7 hingga 9 September 2021.

Head of Marketing RedDoorz Indonesia, Irfan Badruzaman, mengapresiasi  antusiasme para pelanggan yang percaya dan nyaman menjadikan RedDoorz sebagai #SahabatTraveling yang menyediakan promo menarik dan termurah.

"RedDoorz juga terus berkomitmen untuk memudahkan dan memberikan kenyamanan dalam menginap. RedDoorz percaya bahwa industri pariwisata akan perlahan pulih, kami harap, peningkatan okupansi perhotelan dapat mendorong perindustrian pariwisata di Indonesia,” ujar Irfan.  

Harbholnas 9.9 merupakan program promo yang menyediakan kamar dengan harga mulai dari Rp99.000 saja dengan ketersediaan hingga 9.900 kamar di beberapa kota di seluruh Indonesia. Selain itu, Harbholnas 9.9 juga dimeriahkan dengan flash sale serta lucky game machine yang menarik.

Program Harbholnas 9.9 ini meningkatkan okupansi RedDoorz di beberapa kota di Indonesia seperti di Belitung sebanyak 150 persen, Lombok 73,68 persen, Padang 18,33 persen,  Surabaya 7,86 persen, Semarang 12,23 persen, dan Yogyakarta 10,24 persen.

Kenaikan okupansi dan minat traveling ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap RedDoorz sebagai #SahabatTravelling. Yang terpenting, ini juga menunjukkan perkembangan baik bagi tren pariwisata Indonesia ke depan.

Irfan menambahkan, RedDoorz menjamin kebersihan dan keamanan akomodasi dengan menjalankan HygienePass, program sertifikasi yang diinisiasi oleh RedDoorz dan mitra propertinya serta bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI).

Sertifikasi HygienePass terbuka untuk seluruh pemilik bisnis hotel di Indonesia, terlepas dari asosiasi merek apa pun, guna menetapkan standar kebersihan di seluruh industri perhotelan dan menekan angka penyebaran Covid-19 di klaster hotel. Saat ini, sudah lebih dari 1.199 properti RedDoorz di 134 kota di Indonesia telah memperoleh sertifikasi HygienePass.

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Mengenal Badai Matahari

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:09 WIB

ISEF Giatkan Produk Muslim Menuju Komoditi Global

Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:59 WIB

Intip 6 Gaya Elegan Sari Nila Pemeran Mama Rosa

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:19 WIB

Croctober, Snap Bitmoji Seru dari Crocs

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:55 WIB

Stres di Masa Pandemi? 4 Manfaat Pijat untuk Terapi

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:24 WIB

Ini Tips Buang Sampah Obat dengan Benar

Rabu, 13 Oktober 2021 | 21:02 WIB

Depresi Bukan Tanda Kelemahan

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:02 WIB
X