UNICEF: Mahasiwsa Indonesia Lakukan Disinformasi untuk Senangkan Diri

- Jumat, 26 November 2021 | 10:40 WIB
Lesti Kejora dilantik jadi bupati hoax
Lesti Kejora dilantik jadi bupati hoax

HALLO DEPOK - Berita bohong dan disinformasi masih mengancam. Perlu perhatian dan kerja sama seluruh pihak agar anak-anak khususnya dapat berlaku cerdas menyikapi dan terbebas dari paparan hoaks.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi menyampaikan berita bohong dan ancaman hoaks serta disinformasi masih juga membayangi anak-anak, termasuk di Indonesia.

Dalam keterangan pers Menolak Hoaks COVID-19 dari Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) – KPCPEN, Kamis (25/11/2021), disebutkan analisis UNICEF di tahun 2021 yang merujuk pada sebuah studi di Jerman pada tahun 2020, ungkap Dedy, melaporkan bahwa 76% dari sekitar 2,000-an anak usia 14-24 tahun, setidaknya terpapar misinformasi atau disinformasi sekali dalam seminggu.

Survei lain dari UNICEF di 10 negara pada tahun 2019 juga menemukan, bahwa 3⁄4 dari 14 ribu lebih responden kaum muda yang disurvei tidak dapat menentukan kebenaran dari informasi yang diterima. Selain itu, di laporan yang sama, ditemukan bahwa penyebaran misinformasi/disinformasi oleh mahasiswa di Indonesia dilakukan dengan motivasi untuk menyenangkan diri sendiri atau tanpa alasan tertentu.

Sampai saat ini, ujar Dedy, persebaran hoaks masih mengkhawatirkan dan ditemukan di beragam media sosial. Kementerian Kominfo sendiri sejak Januari 2020 hingga 25 november 2021 telah mengindentifikasi beragam hoaks dan disinformasi.

“Telah ditemukan sebanyak 1999 isu hoaks COVID-19 pada 5162 unggahan media sosial, dengan persebaran terbanyak pada platform Facebook sejumlah 4463 unggahan,” kata Dedy.

Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 5031 unggahan tersebut dan 131 unggahan lainnya sedang dalam proses tindak lanjut. Kemudian untuk hoaks vaksinasi tentang vaksinasi COVID-19, telah ditemukan sebanyak 395 isu hoaks pada 2449 unggahan media sosial.

Seperti halnya hoaks COVID-19, isu hoaks terkait vaksinasi ini juga terbanyak didapatkan pada platform Facebook yaitu 2257 unggahan. Pemutusan akses telah dilakukan terhadap 2449 unggahan hoaks vaksinasi COVID-19 ini.

Dedy menambahkan, pertambahan isu hoaks dan sebaran konten hoaks di sosial media minggu ini, ujarnya, tidak melebihi angka di minggu yang lalu. Isu hoaks COVID-19 di minggu ini terdapat penambahan sejumlah 8 isu dan 31 unggahan hoaks. Sedangkan pada minggu sebelumnya pertambahan isu hoaks COVID-19 adalah sebanyak 8 isu dan 32 unggahan hoaks.

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Sandra Dewi Belajar Pengasuhan Anak di Platform Ini

Minggu, 28 November 2021 | 17:04 WIB

3 Minuman Teh Rasa Buah Asli Ini Segar Banget

Sabtu, 27 November 2021 | 20:27 WIB

Ini Perbedaan Crepes dan Kue Leker, Jangan Bingung

Rabu, 24 November 2021 | 16:51 WIB

P&G Sumbang 6 Ribu Pisau Cukur untuk 3 RS di Jakarta

Minggu, 21 November 2021 | 12:13 WIB

Maybank Marathon Kembali Hadir Secara Virtual

Kamis, 18 November 2021 | 21:02 WIB

Ke Manakah Minyak Jelantah Harus Dibuang?

Rabu, 17 November 2021 | 22:53 WIB

Stop Beli Buku Bajakan! Ini Alasannya

Selasa, 16 November 2021 | 17:40 WIB

Dokter Tirta: Jika Tak Taat Prokes, Tegur Saja

Sabtu, 13 November 2021 | 20:13 WIB
X