Pusing dan Sakit Kepala? Mungkin Terinfeksi Omicron

- Selasa, 15 Februari 2022 | 20:19 WIB
Ilustrasi virus corona (Pixabay)
Ilustrasi virus corona (Pixabay)

HALLO DEPOK - Beberapa hasil penelitian dari para ilmuwan dan ahli medis telah menjelaskan gagasan bahwa pusing atau sakit kepala bisa menjadi tanda peringatan Omicron. Beberapa pasien mengeluh mengalami hal ini saat berjuang melawan COVID-19, demikian menurut laporan Best Life.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di U.S. National Library of Medicine National Institutes of Health baru-baru ini melaporkan prevalensi pusing pada banyak pasien COVID-19. Para peneliti mencatat bahwa pusing lebih umum daripada gejala lain yang menunjukkan infeksi SARS-CoV-2.

Sebuah penelitian sebelumnya yang diterbitkan pada September 2020 sudah menunjukkan adanya pusing sebagai manifestasi klinis COVID-19. Pada saat itu, tim di baliknya menunjukkan bahwa pusing bukanlah gejala yang mengejutkan karena kondisi tersebut secara historis telah lama dikaitkan dengan infeksi virus.

Meskipun para ahli mengatakan bahwa varian Omicron menyebabkan gejala ringan, masih ada kekhawatiran bahwa peningkatan jumlah kasus dapat menimbulkan masalah besar bagi komunitas perawatan kesehatan. 

Walaupun varian baru diketahui menyebabkan tanda dan gejala yang mirip dengan jenis sebelumnya, ada banyak bukti bahwa itu juga bisa memicu gejala yang tidak terduga di antara pasien.

Daftar resmi tanda dan gejala yang diakui oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tidak termasuk pusing atau sakit kepala. Daftar tersebut menyebutkan sakit kepala dan mual tetapi tidak menyebutkan perasaan pingsan, lemah, atau goyah.

Karena gejalanya tidak dikenali sebagai tanda khas COVID-19, dokter cenderung mengabaikan hal ini dibandingkan dengan tanda infeksi lainnya. Tapi kini Omicron memicu gejala ini pada kebanyakan pasien, para ahli mendesak semua orang untuk berhati-hati dengan gejala tidak spesifik seperti pusing.

“Kami ingin menekankan bahwa pusing tidak boleh dianggap enteng karena telah terbukti menjadi manifestasi klinis yang menonjol di antara pasien COVID-19. Sangat penting bahwa dokter yang hadir tetap waspada, terutama ketika mengelola gejala tidak spesifik seperti pusing, karena dapat dengan mudah diabaikan,” tulis studi terbaru tentang COVID-19 dikaitkan dengan pusing.

Layanan Kesehatan Nasional (NHS) di Inggris telah membedakan jenis pusing yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 dibandingkan dengan yang dipicu oleh infeksi dan kondisi virus lainnya. Menurut organisasi tersebut, COVID-19 menyebabkan sensasi berputar atau rasa gerakan yang berubah yang sering disebut vertigo.

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

8 Tips PS5 yang Harus Anda Ketahui

Selasa, 11 Oktober 2022 | 22:11 WIB

Ini Kiat Rebut Hadiah US$ 3 Juta dari ZSP

Minggu, 24 Juli 2022 | 23:31 WIB

Cara Mudah Test Drive Mobil Toyota di Auto2000

Rabu, 16 Maret 2022 | 14:30 WIB

Auto2000 Gunakan Robot untuk Melayani Customer

Rabu, 9 Maret 2022 | 17:06 WIB

Efek Macet, Bisa Sebabkan Penguapan Oli Mobil?

Minggu, 6 Maret 2022 | 06:22 WIB

Cara Timbulkan Self Love Bagi Wanita: Ubah Pola Pikir

Senin, 28 Februari 2022 | 13:58 WIB

Pusing dan Sakit Kepala? Mungkin Terinfeksi Omicron

Selasa, 15 Februari 2022 | 20:19 WIB

Ilmuwan Bantah Varian Omicron Tak Berbahaya

Selasa, 15 Februari 2022 | 20:13 WIB

Amankah Memasang Roof Box di Atap Mobil? Ini Tipsnya

Senin, 7 Februari 2022 | 16:54 WIB

Resmi, Daimler AG Berubah menjadi Mercedes-Benz AG

Sabtu, 5 Februari 2022 | 17:23 WIB

Promo KFC di Bulan Februari 2022

Selasa, 1 Februari 2022 | 17:53 WIB

Ini 3 Lensa Lucu Bertema Imlek dari Snapchat

Jumat, 28 Januari 2022 | 16:45 WIB

Terpopuler

X