Satgas Covid-19 Masih Menggodok Surat Edaran Kedatangan Pelaku Perjalanan Internasional

- Selasa, 12 Oktober 2021 | 21:59 WIB
Ilustrasi bandara (Pixabay)
Ilustrasi bandara (Pixabay)

HALLO DEPOK - Hingga saat ini, Surat Edaran Satgas Covid-19 terkait kedatangan perjalanan Internasional belum keluar. Satgas Covid-19 memberlakukan sejumlah persyarakat untuk pelaku kedatangan Internasional terutama terkait protokol kesehatan.

"Perlu menjadi informasi bersama bahwa pembukaan kedatangan Internasional oleh Indonesia akan dilakukan dengan hati-hati. Salah satunya dengan, penetapan syarat kedatangan," terang Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/10/2021).

Wiku mengatakan 18 negara yang diizin masuk ke Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai Bali dan
Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah, Kepulauan Riau yaitu beberapa negara level 1
dengan resiko rendah. Yang dimaksud, negara dengan resiko rendah adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi kurang dari 20 per 100.000 penduduk dengan positivity rate kurang dari 5.

Baca Juga: Meski Sudah Klarifikasi Kejadian Sebenarnya, Baim Wong Masih Diserang Netizen

Selain negara level 1, pelaku perjalanan dari negara level 2 atau resiko sedang juga diizinkan
masuk ke Indonesia. Negara tersebut adalah negara dengan jumlah kasus konfirmasi antara 20-50 per 100.000 penduduk dengan positivity rate kurang dari 5.

Rincian persyaratan tersebut didapat dari asesmen WHO, yaitu melihat laju penularan dan kapasitas sistem kesembuhan negara. Nantinya, pemerintah akan memperkuat rincian syarat melalui surat edaran. "Rincian daftar negara nanti akan diatur dalam pembaharuan surat edaran yang akan rilis segera," ujar Wiku.

Terkait karantina, dalam beberapa hari ini, pemerintah akan melakukan simulasi sebelum kedatangan Internasional resmi dibuka pada 14 Oktober 2021 atau dua hari lagi.Protokol kesehatan kedatangan Internasional akan dilakukan dengan skrining secara ketat.

Baca Juga: Menhub Siapkan 2 Kapal Untuk Isoter dan 4 Bandara Hingga H + 5 Penutupan PON XX

Durasi karantina selama 5 hari berdasarkan administrasi ketat yaitu dosis vaksin penuh, kepemilikan bukti asuransi kesehatan dan bukti pemesanan akomodasi karantina. Syarat tersebut menunjukkan pelaku perjalann adalah orang yang benar-benar sehat.

Halaman:

Editor: Dini Daniswari

Tags

Terkini

Jadi Google Doodle, Ellya Trend Google Nomor Satu

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 22:47 WIB

Mau Umroh? Cek Ketentuan Berikut ini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 13:03 WIB

Hoax di RSCM Terjadi Kelonjakan Covid

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:11 WIB

5 Langkah Antisipasi Gelombang Covid-19 ke Tiga

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:45 WIB
X