Angka Kematian Covid-19 Nasional Turun, Kalimantan Utara Masih Tinggi

- Rabu, 29 September 2021 | 19:54 WIB
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi
Ilustrasi aplikasi PeduliLindungi

HALLO DEPOK - Juru Bicara Vaksinasi Covid dr Siti Nadia Tarmizi, M-Epid, menyampaikan tren positif terkait Covid-19 terus menunjukkan perbaikan. Angka Covid-19 nasional mingguan turun 26 persen sedangkan kematian menurun 37 persen, namun masih ada insiden kematian tinggi di Kalimantan Utara.

Testing rate nasional naik menjadi 4,4 orang per 1000 per minggu, di atas standar WHO yang mensyaratkan 1 per 1000 orang per minggu. Sejumlah proviinsi bahkan menunjukkan testing rate tinggi, yaitu DIY, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.

Positivity rate nasional juga di angka 1,4% jauh dari angka 5% yang ditentukan WHO. Namun masih ada wilayah dengan positiviity rate tinggi, yaitu di Sulawesi tengah dan dan Kalimantan Utara 3-7%.

Keterisian tempat tidur saat ini tidak ada yang di atas 60%. “Tren positif ini sebagai bukti keseriusan kita semua dalam mengendalikan pandemi,” tandas Nadia.

Nadia mengingatkan vaksinasi lansia harus ditingkatkan. Masih ada sejumlah wilayah yang vaksinasi lansia dosis pertama rendah, yaitu Sumatera Barat, Aceh, Maluku Utara dan Papua. “Harus dilakukan strategi khusus untuk naikkan cakupan vaksinasi kelompok rentan,” pungkasnya.

Tambah Fitur Aplikasi PeduliLindungi 

Nadia menyampaikan, pemerintah akan memaksimalkan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat monitoring mobilitas masyarakat. Pada Oktober mendatang, Kemenkes akan memperbarui fitur PeduliLindungi sehinga bisa diakses di aplikasi platform digital lainnya yang sudah berkoordinasi, seperti Gojek, Grab, Link Aja, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, hingga Jaki, yakni aplikasi layanan publik yang dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ke depannya masyarakat tidak perlu mengunduh aplikasi PeduliLindungi terutama yang tidak memakai ponsel pintar. Bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan pesawat dan kereta api, meskipun tanpa mengunduh aplikasi PeduliLindungi, status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksin warga yang bepergian tetap bisa teridentifikasi. Status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK (Nomor Induk Kependudukan) saat membeli tiket.

Warga yang naik kereta api, hal itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket., sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen).

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Kabar Baik, Zona Merah Kepatuhan Pakai Masker Membaik

Jumat, 19 November 2021 | 11:50 WIB

4 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Rabu, 10 November 2021 | 10:47 WIB
X