Soal Kandungan Parasetamol di Teluk Jakarta, Begini Komentar Ahli

- Jumat, 1 Oktober 2021 | 19:22 WIB
Ilustrasi parasetamol
Ilustrasi parasetamol

HALLO DEPOK - Adanya temuan kandungan parasetamol di sebagian air laut di Teluk Jakarta, yang dimuat dalam buletin polusi laut yang diterbitkan oleh sciencedirect.com dengan judul "Konsentrasi Tinggi Parasetamol Dalam Limbah yang Mendominasi Perairan Teluk Jakarta, Indonesia" membuat topik ini jadi diskusi hangat di Tanah Air.

Terkait temuan ini, Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yogi Ikhwan mengatakan, Pemprov DKI Jakarta akan mengusut sumber pencemaran obat yang biasa digunakan untuk sakit kepala dan demam itu. "Kami akan dalami dan telusuri sumber pencemarannya," kata Yogi dikutip dari laman Kompas.ccom, Jumat (1/10).

Pemprov DKI Jakarta berterimakasih kepada para peneliti yang melakukan hasil studi di Teluk Jakarta itu. Yogi mengatakan Dinas LH secara rutin memantau kualitas air di Jakarta namun tidak mencantumkan variabel pencemaran parasetamol. "Tapi memang berdasarkan PP 22/2021 tidak ada parameter parasetamol," ujar dia.

Dalam Buletin Polusi Laut disebutkan kandungan konsentrasi tinggi parasetamol terdeteksi di Angke dengan kadar 610 ng/L dan Ancol 420 ng/L. Disebut temuan zat parasetamol di laut merupakan temuan pertama kali di laut Indonesia yang dihasilkan dalam studi Buletin Polusi Laut.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Zainal Arifin mengatakan, ada dua kemungkinan asal kandungan parasetamol yang ada di Teluk Jakarta. Kata Zainal, kandungan tersebut bisa jadi berasal dari limbah farmasi atau pun berasal dari limbah hasil konsumsi obat.

Menurut Zainal, sumber parasetamol bisa dari industri (farmasi) atau pemakaian. Hal itu dimungkinkan mengingat parasetamol merupakan obat yang bebas dijual dan tidak memerlukan resep dokter untuk dikonsumsi.

Parasetamol yang dikonsumsi, kata Zainal, akan dikeluarkan melalui cairan seni dan kotoran yang diproduksi manusia dan mencemarkan air limbah. Atau mungkin juga karena pengelolaan limbah tidka baik sehingga parasetamol itu langsung dibuang ke sungai. 

Zainal yang ikut andil dalam penelitian pencemaran air limbah di Teluk Jakarta itu mengatakan, hasil penelitian yang menyebut kandungan parasetamol itu sebagai penelitian awal untuk membuka informasi yang kemungkinan terjadi di laut Indonesia.

"Ini (penelitian) disebut baseline, jadi informasi dasar yang selama ini mungkin sudah terjadi tapi tidak diteliti," pungkasnya.*

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Kabar Baik, Zona Merah Kepatuhan Pakai Masker Membaik

Jumat, 19 November 2021 | 11:50 WIB

4 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Rabu, 10 November 2021 | 10:47 WIB
X