Perjuangan Guru di Masa Pandemi: Kunjungan dari Rumah ke Rumah

- Jumat, 26 November 2021 | 10:12 WIB
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (Istimewa)
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (Istimewa)

HALLO DEPOK - Selama hampir 2 tahun terakhir, guru harus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi, menciptakan sistem pembelajaran daring semenarik mungkin agar murid tetap semangat belajar, meski dalam kondisi penuh keterbatasan.

“Tentu ini tidak mudah dan membutuhkan proses adaptasi, namun para pendidik kita menjawab tantangan tersebut, karena pendidikan memang tidak bisa menunggu dan harus terus dilakukan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, Kamis (25/11/2021).

“Sementara itu, di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menempuh risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah agar hak anak-anak untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi. Kita sangat menghargai perjuangan para guru ini, serta berterima kasih atas jasa-jasa mereka,” tambahnya.

Pemerintah melalui Kemendikbud berupaya meringankan beban para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan. Salah satunya melalui relaksasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang bisa digunakan untuk membayar honor guru non-PNS dan guru-guru honorer. Kemudian, ada juga Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS.

Untuk membantu memudahkan guru dalam mengajar, pemerintah menyediakan modul pembelajaran di masa khusus untuk mendukung pembelajaran di daerah yang sulit akses internet. Selain itu, pemerintah juga mengembangkan platform Guru Belajar dan Berbagi sehingga para guru dapat saling belajar dari rekan sejawatnya dalam mengembangkan pembelajaran.

Pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dengan menyelenggarakan seleksi guru ASN (Aparatur Sipil Negara)-PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Seleksi dilakukan dengan afirmasi bagi pelamar yang telah memiliki sertifikat pendidik, berusia lebih dari 35 tahun, penyandang disabilitas, berasal dari THK II (Tenaga Honorer Kategori II), dan aktif mengajar selama paling tidak tiga tahun.

Peran guru dalam keberhasilan PTM terbatas tidak hanya dalam hal pembelajaran, melainkan juga berkontribusi untuk perlindungan kesehatan segenap pihak yang terlibat.

“Vaksinasi bagi pendidik dan tenaga kependidikan sangat penting. Pemerintah berharap para guru dapat mendukung upaya percepatan vaksinasi ini untuk perlindungan diri sendiri, keluarga, dan supaya anak-anak kita dapat segera kembali ke sekolah untuk belajar dengan aman, nyaman, dan jauh lebih optimal,” tambah Johnny.

Diketahui, saat ini sudah sekitar 2,7 juta tenaga pendidik yang mendapatkan vaksin dosis pertama dan sekitar 2,3 juta diantaranya sudah mendapatkan dosis lengkap.

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Kabar Baik, Zona Merah Kepatuhan Pakai Masker Membaik

Jumat, 19 November 2021 | 11:50 WIB

4 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba di Indonesia

Rabu, 10 November 2021 | 10:47 WIB
X