Pemerintah Tetapkan Tarif PCR Tertinggi Rp275 Ribu di Jawa, Rp300 Ribu Luar Jawa dan Bali

- Senin, 6 Desember 2021 | 11:03 WIB
Ilustrasi tes PCR (Pixabay)
Ilustrasi tes PCR (Pixabay)

HALLO DEPOK - Peningkatan akses testing COVID-19 untuk pengendalian pandemi dan pemulihan Indonesia terus didorong. Salah upaya itu dilakukan melalui penetapan harga tes RT-PCR yang lebih terjangkau.

Penguatan testing termasuk dalam pilar pengendalian pandemi yakni 3T (testing, tracing, treatment), bersama dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) dan percepatan vaksinasi.

“Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah bersama-sama dengan masyarakat, untuk menjaga penerapan prokes dengan disiplin, percepatan vaksinasi dan juga perluasan testing COVID-19,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Pemerintah telah menetapkan standar tarif pemeriksaan RT-PCR melalui surat edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/3843/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR. Tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR adalah Rp275 ribu untuk pulau Jawa dan Bali, serta sebesar Rp300 ribu untuk luar pulau Jawa dan Bali.

“Dengan penetapan ini, seluruh fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan pemeriksaan RT-PCR harus mengikuti standar tarif yang telah ditetapkan. Diharapkan, tidak ada lagi tarif yang bervariasi sehingga membebani masyarakat,” ujar Johnny.

Hasil pemeriksaan RT-PCR, juga harus diterima oleh masyarakat peminta pemeriksaan dalam jangka waktu paling lambat 1 x 24 jam. Adapun hasil pemeriksaan RT-PCR yang selesai lebih cepat dari batas waktu tersebut merupakan bagian dari mutu pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan. "Masyarakat tidak boleh dimintakan biaya tambahan yang melebihi batas tarif tertinggi telah ditetapkan," ujar Johnny.

Menteri Johnny menegaskan, pemerintah meminta pada seluruh kepala atau direktur rumah sakit,juga pimpinan laboratorium pemeriksaan COVID-19 yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan untuk memperhatikan standar tarif tertinggi pemeriksaan RT-PCR yang ada.

Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, terhadap rumah sakit penyelenggara dan laboratorium pemeriksaan RT-PCR yang tidak mematuhi ketentuan standar tarif tertinggi, tidak akan terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi.*

 

Halaman:

Editor: Shafira Thalia

Tags

Terkini

Solo Safari Resmi Dibuka, Segini Biaya Masuknya

Selasa, 31 Januari 2023 | 07:00 WIB

Kopi Asal Daerah Ini Jawara Cita Rasa Tersedap

Rabu, 4 Januari 2023 | 15:05 WIB

Begini Cara Divif 1 Kostrad Peringati HUT ke 57

Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:10 WIB

Kurang Tidur Berisiko Kena Diabetes, Kok Bisa

Senin, 19 Desember 2022 | 10:15 WIB

Bunda Ini Tips Agar Janin Sehat Selama Hamil 

Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:25 WIB

Ini Mukjizat Rasulullah SAW yang Menakjubkan

Minggu, 11 Desember 2022 | 08:15 WIB

Hikmah di Balik Kisah Nabi Yunus

Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:00 WIB
X