Kampanye Pangan Lokal, Ini 2 Kuliner Gorontalo yang Dipengaruhi Arab

- Senin, 20 Desember 2021 | 19:40 WIB
Alopa, Olahan singkong dan ikan dabu-dabu bakar, Makanan khas Gorontalo
Alopa, Olahan singkong dan ikan dabu-dabu bakar, Makanan khas Gorontalo

 

HALLO DEPOK- Kuliner daerah memang selalu menarik untuk diulik, termasuk kuliner Gorontalo yang belum terlalu luas dikenal. Padahal, Gorontalo punya kekayaan kuliner yang menakjubkan, dan sudah menjadi bagian dari budaya warga Gorontalo.

Food anthropologist dan peserta MasterChef Indonesia Musim 8, Seto Nurseto, mengatakan, makanan terkait erat dengan siklus kehidupan manusia. Karena itu, ia meyakini, ada makanan Gorontalo yang terkait kelahiran, pernikahan, dan kematian. “Salah satunya, Tili’aya, yang menjadi syarat dalam acara syukuran adat,” kata Seto.

Zahra Khan, pelaku UMKM Bakul Goronto yang berdarah Gorontalo, menyebutkan, di setiap perayaan kelahiran, kematian, dan doa-doa syukur, nasi kuning dan Tili’aya selalu disajikan. Tili’aya merupakan makanan manis serupa Srikoyo dari Padang.

Seto menjelaskan, nasi kuning memang disajikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan. “Nasi kuning dibentuk segitiga karena menyimbolkan gunung emas yang melambangkan gunung kemakmuran. Dulu, nasi kuning berfungsi sebagai sesaji, sebelum orang masuk ke hutan. Namun, ketika Islam masuk, sesaji perlahan ditinggalkan.”

Nasi Kuning Tili’aya asal gorontalo

Zahra menyebutkan, ada sejumlah makanan khas Gorontalo yang kini mulai sulit ditemukan. Salah satunya adalah Milu Siram Pulo atau Binde Biluhuta yang menggunakan bahan dasar jagung pulut (binde pulu). Jagung jenis ini sulit didapatkan, karena banyak petani lebih suka menanam jagung kuning hibrida. Jagung pulut hanya bisa didapatkan di desa-desa tertentu saja.

Karena itu, ia senang sekali ketika Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) bekerja sama dengan sejumlah restoran untuk mengangkat Milu Siram Pulo. Kabupaten Gorontalo menjadi salah satu anggota asosiasi pemerintah kabupaten LTKL, sehingga asosiasi ini membantu kabupaten anggotanya untuk melakukan kampanye terkait bahan pangan lokal.

Milu Siram Pulo sendiri merupakan makanan yang masih sangat mungkin dihidupkan, karena jagung putih masih ada, belum punah. ”Yang harus diperhatikan adalah mencari cara meningkatkan semangat petani untuk tanam jagung putih dan jagung kuning lokal Gorontalo. Selama ini ketergantungan terhadap jagung hibrida terbilang tinggi. Para petani perlu didorong untuk menanam varietas lokal,” kata Zahra, yang mendalami ilmu pangan.

Halaman:

Editor: Alia Fathiyah

Tags

Terkini

Solo Safari Resmi Dibuka, Segini Biaya Masuknya

Selasa, 31 Januari 2023 | 07:00 WIB

Kopi Asal Daerah Ini Jawara Cita Rasa Tersedap

Rabu, 4 Januari 2023 | 15:05 WIB

Begini Cara Divif 1 Kostrad Peringati HUT ke 57

Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:10 WIB

Kurang Tidur Berisiko Kena Diabetes, Kok Bisa

Senin, 19 Desember 2022 | 10:15 WIB

Bunda Ini Tips Agar Janin Sehat Selama Hamil 

Sabtu, 17 Desember 2022 | 16:25 WIB

Ini Mukjizat Rasulullah SAW yang Menakjubkan

Minggu, 11 Desember 2022 | 08:15 WIB

Hikmah di Balik Kisah Nabi Yunus

Sabtu, 10 Desember 2022 | 09:00 WIB
X